AI Tools untuk Guru: Membuat Materi Ajar, Soal, dan Rencana Pembelajaran

Pelajari AI Tools untuk Guru dengan bahasa sederhana, contoh nyata, tips praktis, dan cara menerapkannya dalam kerja, bisnis, atau belajar.

Ringkasan

AI tools untuk guru dapat membantu membuat materi ajar, rencana pembelajaran, soal, kuis, rubrik penilaian, lembar kerja, presentasi, aktivitas kelas, diferensiasi materi, feedback siswa, ringkasan dokumen, komunikasi dengan orang tua, dan administrasi pembelajaran. Tools seperti ChatGPT, Gemini for Education, Microsoft Copilot, Khanmigo, Canva Education, MagicSchool, Brisk Teaching, Quizizz AI, Diffit, Curipod, NotebookLM, Google Workspace, dan Microsoft 365 bisa digunakan sesuai kebutuhan. Namun, AI tidak boleh menggantikan peran guru. Guru tetap harus mengecek akurasi, menyesuaikan konteks kelas, menjaga data siswa, dan memastikan AI digunakan untuk mendukung pembelajaran, bukan menggantikan proses berpikir siswa.

Jika ingin menerapkan tools AI ke workflow mengajar yang lebih lengkap, baca AI untuk Guru untuk membuat rencana pembelajaran, materi ajar, soal, rubrik, LKS, remedial, pengayaan, dan administrasi kelas.

Guru yang ingin memberi panduan penggunaan AI kepada siswa dapat merujuk Cara Menggunakan AI untuk Belajar agar siswa memakai AI sebagai tutor, bukan mesin jawaban.

Guru memiliki beban kerja yang besar.

Selain mengajar di kelas, guru juga perlu menyiapkan materi, membuat soal, menyusun rubrik, membuat presentasi, menilai tugas, memberi feedback, menyiapkan aktivitas, mengelola administrasi, menjawab pertanyaan siswa, berkomunikasi dengan orang tua, dan menyesuaikan pembelajaran untuk kemampuan siswa yang berbeda.

Pekerjaan ini penting.

Tetapi juga sangat memakan waktu.

Di sinilah AI tools dapat membantu.

AI bisa membantu guru membuat draft awal lebih cepat.

Misalnya:

  • membuat rencana pembelajaran,
  • membuat outline materi,
  • membuat soal pilihan ganda,
  • membuat soal uraian,
  • membuat rubrik penilaian,
  • membuat lembar kerja siswa,
  • membuat presentasi,
  • membuat aktivitas diskusi,
  • membuat pertanyaan pemantik,
  • membuat exit ticket,
  • membuat kuis,
  • membuat rangkuman materi,
  • membuat contoh sederhana,
  • membuat analogi,
  • menyederhanakan teks,
  • menyesuaikan tingkat kesulitan,
  • membuat feedback tugas,
  • membuat email untuk orang tua,
  • membuat catatan refleksi pembelajaran.

Namun, AI bukan guru.

AI tidak mengenal kondisi kelas sebaik guru.

AI tidak memahami karakter siswa secara utuh.

AI tidak bisa menggantikan empati, penilaian profesional, pengalaman mengajar, dan keputusan pedagogis guru.

Karena itu, AI tools untuk guru sebaiknya dipakai sebagai asisten.

Bukan sebagai pengambil keputusan utama.

Artikel ini membahas AI tools untuk guru yang praktis, mulai dari tools umum seperti ChatGPT sampai tools khusus pendidikan seperti Khanmigo, Canva Education, Brisk Teaching, MagicSchool, Quizizz AI, Diffit, dan Curipod.

Baca juga:


Cara Memilih AI Tools untuk Guru

Sebelum memilih tools, jangan mulai dari pertanyaan:

AI tools mana yang paling bagus untuk guru?

Pertanyaan yang lebih tepat:

Bagian pekerjaan guru mana yang paling memakan waktu?

Karena kebutuhan setiap guru berbeda.

Guru SD mungkin membutuhkan bantuan membuat aktivitas belajar yang sederhana dan menarik.

Guru SMP mungkin membutuhkan soal, kuis, dan media pembelajaran yang lebih variatif.

Guru SMA mungkin membutuhkan materi yang lebih analitis, studi kasus, dan rubrik penilaian.

Guru bahasa mungkin membutuhkan latihan membaca, menulis, speaking, dan vocabulary.

Guru matematika mungkin membutuhkan contoh soal bertahap.

Guru produktif SMK mungkin membutuhkan project brief, rubrik praktik, dan skenario kerja.

Guru kelas besar mungkin membutuhkan bantuan diferensiasi materi.

Guru yang mengelola banyak administrasi mungkin membutuhkan template dokumen dan ringkasan.

Jadi, pilih tools berdasarkan masalah utama.

1. Jika Masalahnya Membuat Materi Ajar

Gunakan:

  • ChatGPT,
  • Gemini for Education,
  • Claude,
  • NotebookLM,
  • Canva Education,
  • Brisk Teaching,
  • MagicSchool.

Cocok untuk:

  • outline materi,
  • penjelasan konsep,
  • contoh sederhana,
  • analogi,
  • rangkuman,
  • lembar kerja,
  • bahan bacaan,
  • aktivitas kelas.

2. Jika Masalahnya Membuat Soal dan Kuis

Gunakan:

  • ChatGPT,
  • Gemini,
  • Khanmigo,
  • Quizizz AI,
  • MagicSchool,
  • Brisk Teaching,
  • Google Forms,
  • Microsoft Forms.

Cocok untuk:

  • pilihan ganda,
  • isian singkat,
  • uraian,
  • kuis formatif,
  • exit ticket,
  • soal HOTS,
  • bank soal,
  • kunci jawaban,
  • pembahasan.

3. Jika Masalahnya Membuat Presentasi

Gunakan:

  • Canva Education,
  • Microsoft Copilot,
  • Google Slides,
  • Gemini,
  • ChatGPT,
  • Gamma,
  • Curipod.

Cocok untuk:

  • slide materi,
  • presentasi interaktif,
  • visual konsep,
  • aktivitas kelas,
  • kuis dalam presentasi,
  • diskusi.

4. Jika Masalahnya Diferensiasi Pembelajaran

Gunakan:

  • Gemini for Education,
  • ChatGPT,
  • Claude,
  • Diffit,
  • Brisk Teaching,
  • Khanmigo.

Cocok untuk:

  • menyederhanakan teks,
  • menaikkan/menurunkan tingkat bacaan,
  • membuat versi materi untuk beberapa level,
  • membuat aktivitas remedial,
  • membuat aktivitas pengayaan,
  • membuat latihan bertahap.

5. Jika Masalahnya Feedback dan Penilaian

Gunakan:

  • Brisk Teaching,
  • ChatGPT,
  • Claude,
  • Gemini,
  • Khanmigo,
  • Google Docs,
  • Microsoft Word.

Cocok untuk:

  • feedback tugas,
  • rubrik,
  • komentar konstruktif,
  • ringkasan performa,
  • catatan perkembangan,
  • rekomendasi perbaikan.

Tabel AI Tools untuk Guru

ToolsCocok untukFungsi utama
ChatGPTMateri, soal, rubrik, feedback, ide aktivitasAsisten AI serbaguna untuk guru
Gemini for EducationLesson plan, kuis, rubrik, diferensiasi, administrasiAI pendidikan di ekosistem Google
Microsoft CopilotWord, PowerPoint, Teams, Excel, administrasiAI untuk guru pengguna Microsoft 365
KhanmigoLesson plan, rubrik, exit ticket, pertanyaan, diferensiasiAsisten AI khusus guru dari Khan Academy
Canva EducationPresentasi, worksheet, poster, visual, kuisDesain dan materi pembelajaran visual
MagicSchoolTools khusus guru, lesson plan, rubric, IEP, emailBanyak template AI untuk pekerjaan guru
Brisk TeachingFeedback, materi, adaptasi instruksiAI yang bekerja di Google/Microsoft tools
Quizizz AIKuis, latihan, soal interaktifMembuat asesmen lebih cepat dan gamified
DiffitTeks bacaan, level reading, worksheetDiferensiasi bacaan dan aktivitas
CuripodPresentasi interaktif, aktivitas kelas, pollingMembuat kelas lebih partisipatif
NotebookLMRiset dari dokumen dan modulMerangkum PDF, bahan ajar, dan sumber
Google ClassroomTugas, distribusi materi, komunikasi kelasManajemen kelas digital
Google FormsKuis dan surveiAsesmen sederhana dan cepat
Microsoft FormsKuis dan formulirAlternatif kuis di ekosistem Microsoft
Grammarly / LanguageToolEditing bahasaMembantu tulisan dan komunikasi profesional

1. ChatGPT

ChatGPT adalah salah satu AI tools paling fleksibel untuk guru.

Guru bisa menggunakannya untuk banyak pekerjaan, seperti:

  • membuat rencana pembelajaran,
  • membuat materi ajar,
  • membuat soal,
  • membuat rubrik,
  • membuat ide aktivitas,
  • membuat lembar kerja siswa,
  • membuat pembahasan soal,
  • membuat variasi contoh,
  • membuat analogi,
  • menyederhanakan teks,
  • membuat email ke orang tua,
  • membuat catatan refleksi,
  • membuat feedback tugas,
  • membuat outline presentasi.

ChatGPT cocok untuk guru yang ingin mulai memakai AI tanpa langsung belajar banyak aplikasi.

Cocok untuk

  • guru SD,
  • guru SMP,
  • guru SMA,
  • guru SMK,
  • guru bahasa,
  • guru matematika,
  • guru IPA,
  • guru IPS,
  • guru BK,
  • dosen,
  • tutor,
  • pengajar kursus.

Contoh penggunaan

Buatkan rencana pembelajaran 1 pertemuan untuk materi [materi]. Target siswa kelas [kelas]. Durasi [durasi]. Sertakan tujuan pembelajaran, apersepsi, kegiatan inti, aktivitas kelompok, asesmen formatif, dan refleksi.
Buatkan 10 soal pilihan ganda dan 5 soal uraian tentang [topik]. Sertakan kunci jawaban dan pembahasan singkat. Tingkat kesulitan: mudah, sedang, dan sulit.
Buatkan rubrik penilaian proyek untuk tugas [jenis tugas]. Aspek penilaian: pemahaman konsep, kreativitas, kerja sama, presentasi, dan ketepatan waktu.

Kelebihan

  • Fleksibel untuk banyak kebutuhan.
  • Mudah digunakan.
  • Bisa memakai bahasa Indonesia.
  • Cocok untuk membuat draft cepat.
  • Berguna untuk guru berbagai jenjang.
  • Bisa membantu mengurangi waktu persiapan.

Kekurangan

  • Output perlu dicek guru.
  • Bisa membuat materi terlalu umum.
  • Bisa salah jika topik membutuhkan akurasi tinggi.
  • Tidak otomatis sesuai konteks kelas.
  • Tidak boleh dipakai untuk menilai siswa tanpa review manusia.

Tips memakai ChatGPT untuk guru

Gunakan prompt yang spesifik.

Jangan hanya menulis:

Buatkan materi tentang ekosistem.

Lebih baik:

Buatkan materi pembelajaran tentang ekosistem untuk siswa kelas 5 SD.

Konteks:
Siswa baru mengenal rantai makanan.

Tujuan:
Siswa memahami komponen biotik, abiotik, produsen, konsumen, dan pengurai.

Format:
- penjelasan sederhana
- contoh dari lingkungan sekitar
- aktivitas diskusi kelompok
- 5 soal latihan
- 1 exit ticket
- bahasa mudah dipahami

Baca juga:


2. Gemini for Education

Gemini for Education cocok untuk guru dan sekolah yang menggunakan ekosistem Google.

Jika Anda sering memakai:

  • Google Docs,
  • Google Slides,
  • Google Forms,
  • Google Classroom,
  • Google Drive,
  • Gmail,
  • Google Meet,

Gemini bisa membantu mempercepat pekerjaan harian.

Gemini dapat membantu guru membuat:

  • lesson plan,
  • ide pembelajaran,
  • kuis,
  • assignment,
  • rubrik,
  • materi yang disesuaikan level siswa,
  • email,
  • newsletter,
  • proposal,
  • ringkasan dokumen,
  • template administrasi,
  • bahan riset.

Tools ini cocok jika sekolah sudah menggunakan Google Workspace for Education.

Cocok untuk

  • guru pengguna Google Classroom,
  • sekolah pengguna Google Workspace,
  • guru yang sering membuat Docs dan Slides,
  • guru yang butuh kuis dan rubrik,
  • guru yang ingin merangkum dokumen.

Contoh penggunaan

Buatkan rencana pembelajaran tentang fotosintesis untuk kelas 7. Sertakan tujuan, aktivitas pembuka, eksperimen sederhana, asesmen formatif, dan rubrik.
Ubah dokumen materi ini menjadi 10 soal pilihan ganda, 5 soal uraian, dan 1 aktivitas kelompok.
Buatkan email untuk orang tua siswa tentang kegiatan proyek kelas minggu depan. Tone sopan, jelas, dan ringkas.

Kelebihan

  • Cocok untuk ekosistem Google.
  • Membantu lesson planning dan administrasi.
  • Bisa mendukung diferensiasi materi.
  • Berguna untuk kuis, rubrik, dan materi praktik.
  • Terhubung dengan workflow dokumen guru.

Kekurangan

  • Manfaat terbesar jika sekolah memakai Google Workspace.
  • Tetap perlu review guru.
  • Tidak semua fitur tersedia untuk semua akun.
  • Output harus disesuaikan dengan kurikulum dan kondisi kelas.

Tips memakai Gemini

Gunakan Gemini untuk pekerjaan yang berada di Google Docs, Slides, Forms, Drive, dan Classroom.

Workflow sederhana:

  1. Buat materi di Docs.
  2. Minta Gemini membuat outline atau ringkasan.
  3. Ubah menjadi slide.
  4. Buat kuis di Forms.
  5. Buat rubrik.
  6. Bagikan lewat Classroom.

Baca juga:


3. Microsoft Copilot

Microsoft Copilot cocok untuk guru dan sekolah yang memakai Microsoft 365.

Jika Anda sering menggunakan:

  • Word,
  • PowerPoint,
  • Excel,
  • Teams,
  • OneNote,
  • Outlook,
  • Forms,

Copilot dapat membantu pekerjaan guru di dalam ekosistem Microsoft.

Copilot bisa membantu:

  • membuat dokumen ajar,
  • menyusun presentasi,
  • merangkum informasi,
  • membuat email,
  • mengolah data sederhana,
  • membuat laporan,
  • membuat template,
  • menyusun materi dari catatan,
  • membantu pekerjaan administrasi.

Cocok untuk

  • guru pengguna Microsoft 365,
  • sekolah yang memakai Teams,
  • guru yang sering membuat Word dan PowerPoint,
  • guru yang butuh laporan dan administrasi,
  • guru yang bekerja dalam tim sekolah.

Contoh penggunaan

Ubah dokumen Word ini menjadi presentasi 10 slide untuk kelas. Setiap slide harus ringkas, visual, dan memiliki catatan pembicara.
Buatkan ringkasan rapat guru dari transkrip berikut. Kelompokkan menjadi keputusan, tugas, PIC, dan deadline.
Buatkan template laporan perkembangan siswa berdasarkan data berikut.

Kelebihan

  • Cocok untuk Microsoft 365.
  • Membantu Word, PowerPoint, Teams, dan Excel.
  • Berguna untuk administrasi sekolah.
  • Cocok untuk presentasi dan laporan.
  • Bisa membantu pekerjaan kolaboratif.

Kekurangan

  • Akses fitur bergantung pada paket.
  • Tetap perlu cek akurasi.
  • Tidak semua sekolah memakai Microsoft 365.
  • Data siswa perlu dikelola hati-hati.

Tips memakai Copilot

Gunakan Copilot untuk mempercepat pekerjaan formal:

  • laporan,
  • presentasi,
  • rangkuman rapat,
  • surat,
  • email,
  • dokumen administrasi,
  • materi ajar.

Baca juga:


4. Khanmigo

Khanmigo adalah asisten AI dari Khan Academy yang dirancang untuk pendidikan.

Untuk guru, Khanmigo dapat membantu pekerjaan seperti:

  • lesson planning,
  • membuat pertanyaan,
  • membuat aktivitas,
  • membuat rubrik,
  • membuat exit ticket,
  • membuat learning objectives,
  • diferensiasi materi,
  • student grouping,
  • ringkasan pekerjaan siswa,
  • newsletter,
  • email keluarga,
  • memperkuat pemahaman materi guru.

Khanmigo menarik karena fokusnya memang pendidikan, bukan chatbot umum.

Cocok untuk

  • guru yang ingin tools khusus pendidikan,
  • guru yang sering membuat soal,
  • guru yang butuh aktivitas kelas,
  • guru yang ingin mengurangi waktu persiapan,
  • guru yang mencari alternatif AI selain chatbot umum.

Contoh penggunaan

Buatkan exit ticket untuk materi pecahan kelas 4 SD. Buat 3 pertanyaan singkat untuk mengecek pemahaman siswa di akhir pelajaran.
Buatkan rubrik sederhana untuk proyek poster tentang perubahan iklim. Gunakan 4 aspek penilaian dan 4 level pencapaian.
Buatkan aktivitas pembuka 10 menit untuk materi persamaan linear agar siswa tertarik.

Kelebihan

  • Dirancang untuk guru.
  • Cocok untuk lesson planning.
  • Membantu membuat soal, aktivitas, dan rubrik.
  • Berguna untuk diferensiasi.
  • Dapat membantu guru mengurangi waktu persiapan.

Kekurangan

  • Ketersediaan fitur dapat berbeda berdasarkan wilayah atau implementasi sekolah.
  • Tetap perlu disesuaikan dengan kurikulum lokal.
  • Bahasa dan konteks lokal perlu dicek.
  • Guru tetap harus memvalidasi materi.

Tips memakai Khanmigo

Gunakan untuk draft awal.

Setelah Khanmigo memberi hasil, guru tetap perlu menyesuaikan:

  • jenjang kelas,
  • kemampuan siswa,
  • konteks lokal,
  • bahasa,
  • durasi,
  • fasilitas kelas,
  • standar sekolah.

5. Canva Education

Canva Education sangat berguna untuk membuat materi visual.

Guru bisa membuat:

  • presentasi,
  • poster kelas,
  • lembar kerja,
  • infografis,
  • bahan ajar,
  • kartu belajar,
  • sertifikat,
  • jadwal kelas,
  • kuis visual,
  • aktivitas interaktif,
  • video sederhana,
  • worksheet,
  • classroom display,
  • template tugas.

Canva cocok untuk guru karena desainnya mudah digunakan.

Guru tidak perlu menjadi desainer profesional.

Cocok untuk

  • guru SD,
  • guru SMP,
  • guru SMA,
  • guru PAUD,
  • guru bahasa,
  • guru seni,
  • guru IPS,
  • guru IPA,
  • wali kelas,
  • tutor,
  • pengajar kursus.

Contoh penggunaan

Buatkan presentasi 10 slide tentang rantai makanan untuk kelas 5 SD. Gaya visual cerah, sederhana, banyak gambar, dan sedikit teks.
Buatkan worksheet tentang jenis-jenis pekerjaan untuk siswa SD. Sertakan gambar, instruksi singkat, dan latihan mencocokkan.
Buatkan poster kelas tentang aturan diskusi yang baik. Gunakan bahasa positif dan mudah dipahami siswa.

Kelebihan

  • Mudah digunakan.
  • Cocok untuk visual pembelajaran.
  • Banyak template pendidikan.
  • Membantu membuat presentasi menarik.
  • Bisa digunakan untuk aktivitas kelas.
  • Cocok untuk guru yang butuh materi cepat.

Kekurangan

  • Template bisa terlihat generik jika tidak diedit.
  • Guru tetap perlu memastikan isi materi benar.
  • Visual terlalu ramai bisa mengganggu fokus.
  • Perlu memperhatikan akses siswa dan perangkat.

Tips memakai Canva Education

Buat template tetap untuk:

  • slide pembelajaran,
  • lembar kerja,
  • poster kelas,
  • kuis,
  • sertifikat,
  • rangkuman materi,
  • infografis.

Dengan template tetap, guru tidak perlu mendesain dari nol setiap kali.

Baca juga:


6. MagicSchool

MagicSchool adalah salah satu tools AI yang banyak dipakai guru karena menyediakan banyak template khusus pendidikan.

Tools seperti ini biasanya membantu membuat:

  • lesson plan,
  • rubric,
  • assessment,
  • worksheet,
  • IEP support,
  • email,
  • behavior intervention ideas,
  • text leveling,
  • question generator,
  • discussion prompt,
  • report comments,
  • differentiated instruction.

MagicSchool cocok untuk guru yang ingin tools siap pakai dengan menu pekerjaan guru, bukan hanya chat kosong.

Cocok untuk

  • guru K-12,
  • guru yang butuh banyak template,
  • guru yang baru mulai memakai AI,
  • guru yang sering membuat administrasi,
  • guru yang butuh diferensiasi materi.

Contoh penggunaan

Buatkan lesson plan untuk materi [materi] kelas [kelas] dengan tujuan pembelajaran, aktivitas, asesmen, diferensiasi, dan refleksi.
Buatkan rubrik penilaian presentasi kelompok tentang [topik].
Sederhanakan teks berikut agar sesuai untuk siswa kelas 5 tanpa mengubah makna utama.

Kelebihan

  • Banyak template khusus guru.
  • Memudahkan pemula.
  • Cocok untuk lesson plan dan rubrik.
  • Membantu administrasi pembelajaran.
  • Praktis untuk diferensiasi materi.

Kekurangan

  • Tetap perlu cek hasil.
  • Tidak semua template cocok dengan konteks Indonesia.
  • Bisa menghasilkan materi terlalu umum.
  • Perlu menyesuaikan dengan kurikulum sekolah.

Tips memakai MagicSchool

Gunakan untuk mempercepat draft.

Jangan langsung pakai tanpa edit.

Selalu cek:

  • apakah sesuai kelas,
  • apakah bahasanya cocok,
  • apakah aktivitas realistis,
  • apakah asesmen benar,
  • apakah instruksi mudah dipahami siswa.

7. Brisk Teaching

Brisk Teaching cocok untuk guru yang bekerja dengan Google Docs, Google Classroom, Microsoft tools, atau materi digital yang sudah ada.

Brisk dapat membantu:

  • membuat materi,
  • memberi feedback,
  • menyesuaikan instruksi,
  • mengubah level bacaan,
  • membuat aktivitas,
  • membuat kuis,
  • membuat komentar pada tulisan siswa,
  • membantu workflow guru di dokumen yang sedang dibuka.

Kelebihan Brisk adalah bekerja dekat dengan tempat guru bekerja, sehingga guru tidak selalu perlu copy-paste ke chatbot terpisah.

Cocok untuk

  • guru pengguna Google Docs,
  • guru pengguna Google Classroom,
  • guru pengguna Microsoft tools,
  • guru bahasa,
  • guru yang sering memberi feedback tulisan,
  • guru yang ingin mempercepat penilaian formatif.

Contoh penggunaan

Berikan feedback untuk tulisan siswa ini. Fokus pada struktur, kejelasan ide, penggunaan bukti, dan saran perbaikan. Gunakan bahasa positif dan konstruktif.
Sesuaikan teks ini untuk siswa dengan kemampuan membaca lebih rendah. Pertahankan ide utama, tetapi sederhanakan kosakata dan kalimat.
Buatkan kuis pemahaman dari halaman web ini untuk siswa kelas 8.

Kelebihan

  • Cocok untuk workflow dokumen.
  • Membantu feedback siswa.
  • Berguna untuk diferensiasi.
  • Menghemat waktu guru.
  • Cocok untuk materi digital.

Kekurangan

  • Tetap perlu review guru.
  • Feedback AI tidak boleh menjadi penilaian final tanpa guru.
  • Data siswa harus dijaga.
  • Ketersediaan fitur bisa berubah.

Tips memakai Brisk

Gunakan Brisk untuk mempercepat pekerjaan formatif, seperti:

  • memberi komentar awal,
  • membuat pertanyaan,
  • menyesuaikan teks,
  • membuat aktivitas,
  • menyusun feedback.

Tetapi keputusan akhir tetap di tangan guru.


8. Quizizz AI

Quizizz AI cocok untuk membuat kuis interaktif.

Guru bisa memakai tools seperti ini untuk:

  • membuat soal dari teks,
  • membuat kuis dari materi,
  • membuat latihan formatif,
  • membuat game-based learning,
  • membuat soal cepat,
  • menyesuaikan tingkat kesulitan,
  • membuat review sebelum ujian,
  • membuat aktivitas kelas lebih interaktif.

Quizizz cocok jika guru ingin membuat asesmen yang lebih menyenangkan.

Cocok untuk

  • guru SD,
  • guru SMP,
  • guru SMA,
  • guru bahasa,
  • guru IPA,
  • guru IPS,
  • guru matematika,
  • guru yang ingin gamifikasi pembelajaran.

Contoh penggunaan

Buatkan kuis 15 soal tentang sistem pencernaan manusia untuk kelas 8. Sertakan pilihan ganda, kunci jawaban, dan pembahasan singkat.
Buatkan kuis review sebelum ujian tentang teks eksplanasi. Tingkat kesulitan: mudah, sedang, sulit.
Ubah teks bacaan berikut menjadi 10 soal pemahaman bacaan.

Kelebihan

  • Cocok untuk kuis interaktif.
  • Membuat kelas lebih aktif.
  • Bisa dipakai untuk asesmen formatif.
  • Membantu guru membuat soal cepat.
  • Menyenangkan untuk siswa.

Kekurangan

  • Soal AI tetap perlu dicek.
  • Kuis tidak boleh hanya menguji hafalan.
  • Jawaban dan pembahasan perlu diverifikasi.
  • Perlu akses perangkat dan internet.

Tips memakai Quizizz AI

Gunakan kuis untuk cek pemahaman, bukan hanya nilai.

Setelah kuis, bahas:

  • soal yang paling banyak salah,
  • konsep yang belum dipahami,
  • strategi menjawab,
  • contoh tambahan.

9. Diffit

Diffit cocok untuk diferensiasi teks bacaan.

Guru sering menghadapi kelas dengan kemampuan membaca yang berbeda-beda.

Ada siswa yang cepat memahami teks.

Ada siswa yang butuh teks lebih sederhana.

Ada siswa yang butuh kosakata dijelaskan.

Ada siswa yang butuh pertanyaan pemahaman bertahap.

Diffit membantu membuat bahan bacaan dan aktivitas berdasarkan level tertentu.

Cocok untuk

  • guru bahasa,
  • guru literasi,
  • guru SD,
  • guru SMP,
  • guru IPS,
  • guru IPA,
  • guru yang sering memakai teks bacaan,
  • guru dengan kelas kemampuan campuran.

Contoh penggunaan

Ubah teks tentang perubahan iklim ini menjadi bahan bacaan untuk tiga level: mudah, sedang, dan menantang. Sertakan kosakata penting dan pertanyaan pemahaman.
Buatkan worksheet dari artikel ini untuk siswa kelas 7. Sertakan ringkasan, kosakata, pertanyaan literal, inferensial, dan reflektif.

Kelebihan

  • Cocok untuk diferensiasi.
  • Membantu membuat teks bertingkat.
  • Berguna untuk literasi.
  • Menghemat waktu guru.
  • Membantu siswa dengan kemampuan berbeda.

Kekurangan

  • Teks tetap perlu dicek.
  • Level bacaan perlu disesuaikan guru.
  • Konteks lokal mungkin perlu ditambah.
  • Tidak semua materi cocok disederhanakan otomatis.

Tips memakai Diffit

Gunakan untuk membuat beberapa versi materi.

Contoh:

  • versi dasar,
  • versi standar,
  • versi pengayaan.

Dengan begitu, siswa bisa belajar sesuai kemampuan tanpa merasa ditinggalkan.


10. Curipod

Curipod cocok untuk membuat presentasi interaktif dan aktivitas kelas.

Tools seperti ini berguna jika guru ingin kelas lebih partisipatif.

Curipod dapat membantu membuat:

  • slide interaktif,
  • polling,
  • pertanyaan diskusi,
  • aktivitas refleksi,
  • word cloud,
  • brainstorming,
  • kuis ringan,
  • kegiatan pembuka,
  • kegiatan penutup.

Curipod cocok untuk guru yang ingin membuat siswa lebih aktif berbicara, menjawab, dan berpartisipasi.

Cocok untuk

  • guru yang mengajar kelas aktif,
  • guru bahasa,
  • guru IPS,
  • guru PPKn,
  • guru kelas,
  • trainer,
  • fasilitator workshop,
  • guru yang ingin diskusi lebih hidup.

Contoh penggunaan

Buatkan aktivitas pembuka 10 menit tentang topik bullying di sekolah. Gunakan polling, pertanyaan reflektif, dan diskusi kelompok.
Buatkan slide interaktif untuk materi perubahan iklim. Sertakan pertanyaan, kuis, word cloud, dan exit ticket.

Kelebihan

  • Membuat kelas lebih interaktif.
  • Cocok untuk diskusi.
  • Membantu brainstorming.
  • Bisa digunakan untuk refleksi.
  • Membantu guru mengecek pemahaman.

Kekurangan

  • Membutuhkan perangkat dan koneksi.
  • Aktivitas perlu disesuaikan dengan budaya kelas.
  • Tidak semua materi perlu dibuat interaktif.
  • Guru tetap perlu mengelola diskusi.

Tips memakai Curipod

Gunakan untuk momen tertentu:

  • pembuka pelajaran,
  • cek pemahaman,
  • diskusi nilai,
  • refleksi akhir,
  • aktivitas kelompok.

Jangan semua slide dibuat interaktif jika tidak diperlukan.


11. NotebookLM

NotebookLM cocok untuk guru yang punya banyak dokumen.

Misalnya:

  • modul,
  • buku teks,
  • PDF,
  • bahan ajar,
  • artikel,
  • panduan kurikulum,
  • catatan pelatihan,
  • transkrip webinar,
  • materi workshop,
  • dokumen sekolah.

NotebookLM dapat membantu merangkum dokumen dan membuat output pembelajaran berdasarkan sumber yang diberikan.

Ini berguna karena guru sering harus membaca banyak dokumen sebelum membuat materi.

Cocok untuk

  • guru yang sering memakai PDF,
  • guru yang membuat modul,
  • guru yang mengikuti pelatihan,
  • guru yang merangkum dokumen,
  • guru yang membuat materi dari sumber tertentu,
  • dosen,
  • tutor.

Contoh penggunaan

Berdasarkan dokumen ini, buatkan ringkasan materi untuk siswa kelas 10. Sertakan istilah penting, konsep utama, contoh, dan 10 pertanyaan latihan.
Buatkan outline presentasi dari modul berikut. Fokus pada bagian yang paling penting untuk siswa pemula.
Bandingkan dua dokumen ini dan cari bagian yang sama, berbeda, dan perlu dijelaskan ulang.

Kelebihan

  • Cocok untuk dokumen panjang.
  • Membantu merangkum sumber.
  • Berguna untuk membuat materi ajar.
  • Membantu guru memahami bahan lebih cepat.
  • Cocok untuk riset pembelajaran.

Kekurangan

  • Kualitas output tergantung sumber.
  • Guru tetap perlu membaca bagian penting.
  • Tidak otomatis tahu kondisi kelas.
  • Sumber perlu dikelola dengan rapi.

Baca juga:


12. Google Classroom

Google Classroom bukan AI tool murni, tetapi sangat penting dalam workflow digital guru.

Google Classroom membantu:

  • membagikan materi,
  • memberi tugas,
  • mengumpulkan tugas,
  • memberi nilai,
  • memberi komentar,
  • mengatur kelas,
  • membagikan link,
  • mengintegrasikan Google Docs, Slides, Forms, dan Drive.

Jika digabung dengan AI, Google Classroom bisa menjadi pusat distribusi pembelajaran.

Cocok untuk

  • guru yang mengelola kelas digital,
  • sekolah pengguna Google,
  • guru yang sering memberi tugas online,
  • guru yang ingin materi tersimpan rapi.

Contoh penggunaan AI untuk Classroom

Buatkan instruksi tugas yang jelas untuk Google Classroom. Tugas: membuat poster tentang daur air. Sertakan tujuan, langkah kerja, kriteria penilaian, batas waktu, dan format pengumpulan.
Buatkan komentar feedback untuk tugas siswa berdasarkan rubrik berikut.

Kelebihan

  • Cocok untuk distribusi tugas.
  • Terintegrasi dengan Google tools.
  • Membantu kelas lebih rapi.
  • Bisa dipakai untuk blended learning.
  • Memudahkan pengumpulan tugas.

Kekurangan

  • Butuh akun dan pengelolaan kelas.
  • Siswa perlu akses perangkat/internet.
  • Tidak menggantikan interaksi langsung.
  • Guru tetap perlu mengelola feedback.

13. Google Forms dan Microsoft Forms

Google Forms dan Microsoft Forms cocok untuk membuat kuis, survei, refleksi, dan asesmen sederhana.

Jika digabung dengan AI, guru bisa membuat pertanyaan lebih cepat.

Contoh penggunaan:

  • pre-test,
  • post-test,
  • exit ticket,
  • survei minat siswa,
  • refleksi pembelajaran,
  • evaluasi kegiatan,
  • kuis mingguan,
  • remedial,
  • pengayaan.

Cocok untuk

  • semua guru,
  • wali kelas,
  • guru BK,
  • guru mata pelajaran,
  • trainer,
  • tutor.

Contoh penggunaan

Buatkan 10 pertanyaan exit ticket untuk materi [materi]. Format: 5 pilihan ganda, 3 isian singkat, dan 2 refleksi.
Buatkan survei minat belajar siswa sebelum memulai proyek kelompok. Gunakan pertanyaan singkat dan mudah dijawab.

Kelebihan

  • Mudah digunakan.
  • Cocok untuk asesmen formatif.
  • Hasil bisa direkap otomatis.
  • Berguna untuk refleksi.
  • Bisa digunakan bersama Classroom atau Teams.

Kekurangan

  • Soal tetap perlu dicek.
  • Tidak semua asesmen cocok dibuat pilihan ganda.
  • Perlu koneksi internet.
  • Analisis hasil tetap perlu guru.

14. Grammarly dan LanguageTool

Grammarly dan LanguageTool berguna untuk editing tulisan.

Guru dapat menggunakannya untuk:

  • memperbaiki email,
  • memperbaiki instruksi tugas,
  • mengecek grammar,
  • memperjelas kalimat,
  • mengedit materi bahasa Inggris,
  • menyederhanakan komunikasi,
  • mengecek typo.

Untuk guru bahasa Inggris, Grammarly sangat berguna.

Untuk penggunaan multi-bahasa, LanguageTool bisa menjadi pelengkap.

Cocok untuk

  • guru bahasa Inggris,
  • guru yang sering menulis email,
  • guru yang membuat materi bilingual,
  • guru yang membuat dokumen formal,
  • dosen,
  • tutor.

Contoh penggunaan

Perbaiki instruksi tugas ini agar lebih jelas, sopan, dan mudah dipahami siswa.
Cek grammar dan clarity pada paragraf bahasa Inggris berikut.

Kelebihan

  • Membantu proofreading.
  • Cocok untuk email dan dokumen.
  • Membantu tulisan lebih jelas.
  • Berguna untuk materi bahasa.

Kekurangan

  • Tidak semua saran harus diikuti.
  • Konteks pendidikan tetap perlu guru.
  • Untuk bahasa Indonesia, perlu cek manual.
  • Tidak menggantikan kemampuan menulis guru.

Baca juga:


Rekomendasi Tools Berdasarkan Kebutuhan Guru

Untuk Membuat Materi Ajar

Gunakan:

  1. ChatGPT
  2. Gemini for Education
  3. Claude
  4. NotebookLM
  5. Canva Education

Workflow:

  • tentukan tujuan pembelajaran,
  • buat outline,
  • buat penjelasan,
  • buat contoh,
  • buat aktivitas,
  • desain materi.

Untuk Membuat Soal

Gunakan:

  1. ChatGPT
  2. Khanmigo
  3. Quizizz AI
  4. Gemini
  5. Google Forms atau Microsoft Forms

Workflow:

  • tentukan indikator,
  • buat variasi soal,
  • cek kunci jawaban,
  • tambahkan pembahasan,
  • uji coba ke siswa.

Untuk Membuat Rubrik

Gunakan:

  1. ChatGPT
  2. Khanmigo
  3. MagicSchool
  4. Brisk Teaching
  5. Google Docs

Workflow:

  • tentukan tugas,
  • tentukan aspek penilaian,
  • tentukan level capaian,
  • buat deskripsi tiap level,
  • cek apakah rubrik mudah dipahami siswa.

Untuk Presentasi Kelas

Gunakan:

  1. Canva Education
  2. Gemini
  3. Microsoft Copilot
  4. ChatGPT
  5. Curipod

Workflow:

  • buat outline,
  • buat slide,
  • tambahkan visual,
  • tambahkan pertanyaan,
  • siapkan aktivitas,
  • buat exit ticket.

Untuk Diferensiasi Materi

Gunakan:

  1. Diffit
  2. Gemini
  3. ChatGPT
  4. Brisk Teaching
  5. Claude

Workflow:

  • ambil teks utama,
  • buat beberapa level,
  • tambahkan kosakata,
  • buat pertanyaan bertahap,
  • siapkan aktivitas remedial dan pengayaan.

Untuk Feedback Siswa

Gunakan:

  1. Brisk Teaching
  2. ChatGPT
  3. Claude
  4. Gemini
  5. Google Docs

Workflow:

  • gunakan rubrik,
  • beri feedback positif,
  • sebutkan bagian yang perlu diperbaiki,
  • berikan langkah perbaikan,
  • jangan hanya memberi nilai.

Workflow Guru Menggunakan AI

Berikut workflow yang praktis.

Tahap 1: Tentukan Tujuan Pembelajaran

Jangan langsung meminta AI membuat materi.

Mulai dari tujuan.

Prompt:

Bantu saya merumuskan tujuan pembelajaran untuk materi [materi] kelas [kelas]. Tujuan harus jelas, terukur, dan sesuai untuk durasi [durasi].

Tahap 2: Buat Struktur Pembelajaran

Prompt:

Buatkan alur pembelajaran 1 pertemuan untuk materi [materi]. Sertakan pembuka, apersepsi, kegiatan inti, aktivitas siswa, asesmen formatif, dan penutup.

Tahap 3: Buat Materi Ajar

Prompt:

Buatkan materi ajar tentang [topik] untuk siswa kelas [kelas]. Gunakan bahasa sederhana, contoh dekat dengan kehidupan siswa, dan 5 pertanyaan pemahaman.

Tahap 4: Buat Aktivitas

Prompt:

Buatkan 5 aktivitas kelas untuk materi [topik]. Aktivitas harus bisa dilakukan dalam waktu [durasi], menggunakan alat sederhana, dan melibatkan siswa secara aktif.

Tahap 5: Buat Soal dan Rubrik

Prompt:

Buatkan asesmen formatif untuk materi [materi]. Sertakan 10 soal pilihan ganda, 5 soal uraian, kunci jawaban, pembahasan, dan rubrik sederhana.

Tahap 6: Diferensiasi

Prompt:

Sesuaikan materi ini menjadi tiga level: dasar, sedang, dan pengayaan. Pertahankan konsep utama, tetapi sesuaikan bahasa, contoh, dan tingkat tantangan.

Tahap 7: Review Manual

Guru wajib mengecek:

  • akurasi materi,
  • kesesuaian kelas,
  • bahasa,
  • contoh,
  • kunci jawaban,
  • rubrik,
  • durasi,
  • sensitivitas konten,
  • keamanan data siswa.

Prompt AI untuk Guru

Berikut prompt siap pakai.

Prompt Rencana Pembelajaran

Buatkan rencana pembelajaran untuk materi [materi] kelas [kelas]. Durasi [durasi]. Sertakan tujuan pembelajaran, apersepsi, kegiatan inti, aktivitas siswa, asesmen formatif, diferensiasi, dan refleksi.

Prompt Materi Ajar

Buatkan materi ajar tentang [topik] untuk siswa kelas [kelas]. Gunakan bahasa sederhana, contoh dari kehidupan sehari-hari, analogi, rangkuman, dan 5 pertanyaan pemahaman.

Prompt Soal Pilihan Ganda

Buatkan 15 soal pilihan ganda tentang [topik]. Tingkat kesulitan: 5 mudah, 5 sedang, 5 sulit. Sertakan kunci jawaban dan pembahasan.

Prompt Soal HOTS

Buatkan 5 soal HOTS tentang [topik] untuk siswa kelas [kelas]. Soal harus menguji analisis, evaluasi, atau pemecahan masalah. Sertakan rubrik jawaban.

Prompt Rubrik Penilaian

Buatkan rubrik penilaian untuk tugas [jenis tugas]. Aspek yang dinilai: [aspek]. Gunakan 4 level pencapaian dan deskripsi yang mudah dipahami siswa.

Prompt Lembar Kerja Siswa

Buatkan lembar kerja siswa untuk materi [materi]. Sertakan tujuan, instruksi, kegiatan, pertanyaan, ruang refleksi, dan tugas penutup.

Prompt Diferensiasi Materi

Sesuaikan teks berikut untuk tiga level siswa: dasar, sedang, dan mahir. Buat bahasa, contoh, dan pertanyaan yang sesuai untuk masing-masing level.

Prompt Feedback Siswa

Berikan feedback konstruktif untuk tugas siswa berikut berdasarkan rubrik. Gunakan bahasa positif, spesifik, dan berikan saran perbaikan yang jelas.

Prompt Email Orang Tua

Buatkan email kepada orang tua tentang [topik]. Tone sopan, jelas, dan tidak menyalahkan. Sertakan tujuan, informasi penting, dan langkah tindak lanjut.

Etika dan Keamanan AI untuk Guru

AI di pendidikan harus digunakan dengan hati-hati.

Guru perlu memperhatikan beberapa hal.

1. Jangan Masukkan Data Siswa yang Sensitif

Hindari memasukkan:

  • nama lengkap siswa,
  • alamat,
  • nomor telepon,
  • data kesehatan,
  • nilai lengkap,
  • masalah keluarga,
  • kasus disiplin,
  • dokumen pribadi,
  • informasi sensitif lainnya.

Gunakan data anonim jika perlu.

Contoh:

Siswa A mengalami kesulitan memahami pecahan.

Bukan:

[Nama lengkap siswa] nilainya sekian dan memiliki masalah keluarga berikut.

2. Cek Semua Kunci Jawaban

AI bisa salah.

Terutama untuk:

  • matematika,
  • sains,
  • sejarah,
  • kutipan,
  • data,
  • konsep teknis,
  • peraturan.

Guru tetap harus mengecek.

3. Jangan Gunakan AI sebagai Penilai Final

AI bisa membantu memberi draft feedback.

Tetapi nilai akhir tetap harus diputuskan guru.

4. Jelaskan Aturan AI kepada Siswa

Siswa perlu tahu kapan AI boleh digunakan dan kapan tidak.

Contoh:

  • boleh untuk brainstorming,
  • boleh untuk latihan soal,
  • boleh untuk meminta penjelasan,
  • tidak boleh menyalin jawaban AI mentah-mentah,
  • wajib mencantumkan bantuan AI jika diminta sekolah,
  • harus memahami hasil akhirnya.

5. Fokus pada Proses Belajar

AI sebaiknya membantu siswa berpikir.

Bukan hanya memberi jawaban.

Guru dapat meminta siswa:

  • menjelaskan ulang,
  • membandingkan jawaban AI,
  • mengkritik output AI,
  • memperbaiki jawaban AI,
  • mencari kesalahan AI,
  • membuat refleksi.

Kesalahan Menggunakan AI Tools untuk Guru

1. Langsung Menggunakan Output AI Tanpa Review

Ini kesalahan paling umum.

AI bisa membuat materi rapi, tetapi belum tentu benar.

Selalu cek.

2. Tidak Memberi Konteks Kelas

Prompt yang terlalu umum akan menghasilkan materi umum.

Masukkan:

  • jenjang,
  • kelas,
  • kemampuan siswa,
  • durasi,
  • tujuan,
  • gaya belajar,
  • fasilitas,
  • konteks lokal.

3. Semua Materi Terlalu Seragam

AI bisa membuat materi terlihat standar.

Tambahkan pengalaman guru, contoh lokal, dan dinamika kelas.

4. Terlalu Banyak Tools

Guru tidak perlu langsung memakai semua tools.

Mulai dari 2-3 tools utama.

5. Mengabaikan Data Privasi

Jangan memasukkan data siswa sensitif ke tools AI tanpa kebijakan yang jelas.

6. Membuat Soal Tanpa Mengecek Level

AI bisa membuat soal terlalu mudah atau terlalu sulit.

Sesuaikan dengan kemampuan siswa.

7. Menggunakan AI untuk Menghindari Interaksi

AI boleh membantu persiapan.

Tetapi hubungan guru dan siswa tetap inti pembelajaran.


Checklist Memilih AI Tools untuk Guru

Gunakan checklist ini.

  • Kebutuhan utama sudah jelas
  • Tools sesuai workflow guru
  • Mudah digunakan
  • Mendukung bahasa yang dibutuhkan
  • Output bisa diedit
  • Materi bisa disesuaikan dengan kelas
  • Data siswa aman
  • Kunci jawaban bisa dicek
  • Rubrik mudah dipahami
  • Tidak menggantikan penilaian guru
  • Bisa membantu diferensiasi
  • Cocok dengan perangkat sekolah
  • Tidak terlalu banyak tools
  • Ada aturan penggunaan AI untuk siswa
  • Guru tetap melakukan review akhir

Rekomendasi Stack AI Tools untuk Guru

Stack Minimal untuk Guru Pemula

Gunakan:

  1. ChatGPT
  2. Canva Education
  3. Google Forms

Cocok untuk:

  • materi ajar,
  • presentasi,
  • lembar kerja,
  • soal,
  • kuis sederhana.

Stack untuk Guru Pengguna Google

Gunakan:

  1. Gemini for Education
  2. Google Classroom
  3. Google Docs
  4. Google Slides
  5. Google Forms
  6. Canva Education

Cocok untuk:

  • kelas digital,
  • tugas,
  • kuis,
  • presentasi,
  • materi ajar,
  • komunikasi.

Stack untuk Guru Pengguna Microsoft

Gunakan:

  1. Microsoft Copilot
  2. Word
  3. PowerPoint
  4. Teams
  5. OneNote
  6. Microsoft Forms

Cocok untuk:

  • presentasi,
  • dokumen,
  • kelas online,
  • laporan,
  • kuis,
  • administrasi.

Stack untuk Guru yang Fokus Kuis

Gunakan:

  1. Quizizz AI
  2. Google Forms
  3. ChatGPT
  4. Khanmigo
  5. Curipod

Cocok untuk:

  • kuis formatif,
  • exit ticket,
  • review materi,
  • aktivitas kelas,
  • gamifikasi.

Stack untuk Guru Bahasa dan Literasi

Gunakan:

  1. ChatGPT
  2. Diffit
  3. Brisk Teaching
  4. Grammarly atau LanguageTool
  5. Canva Education

Cocok untuk:

  • reading passage,
  • vocabulary,
  • writing feedback,
  • worksheet,
  • level reading.

Stack untuk Guru yang Membuat Banyak Materi

Gunakan:

  1. ChatGPT
  2. Gemini
  3. NotebookLM
  4. Canva Education
  5. MagicSchool
  6. Brisk Teaching

Cocok untuk:

  • lesson plan,
  • modul,
  • bahan ajar,
  • rubrik,
  • worksheet,
  • diferensiasi.

Rekomendasi untuk Guru di Indonesia

Untuk guru di Indonesia, workflow yang paling realistis adalah mulai dari tools yang mudah diakses.

Tahap Awal

Gunakan:

  • ChatGPT untuk draft materi dan soal,
  • Canva Education untuk visual,
  • Google Forms untuk kuis,
  • Google Docs untuk dokumen,
  • Google Classroom jika sekolah menggunakannya.

Tahap Menengah

Tambahkan:

  • Gemini jika sekolah memakai Google Workspace,
  • Microsoft Copilot jika sekolah memakai Microsoft 365,
  • Quizizz untuk kuis interaktif,
  • NotebookLM untuk merangkum modul,
  • Brisk atau MagicSchool jika butuh template khusus guru.

Tahap Lanjutan

Tambahkan:

  • rubrik digital,
  • dashboard nilai,
  • differentiated materials,
  • AI feedback workflow,
  • bank soal,
  • SOP penggunaan AI untuk siswa.

Yang penting, jangan mulai dari teknologi terlalu rumit.

Mulai dari pekerjaan yang paling sering dilakukan guru.

Misalnya:

  • membuat soal,
  • membuat materi,
  • membuat slide,
  • membuat rubrik,
  • membuat feedback,
  • membuat aktivitas.

FAQ

Apa AI tools terbaik untuk guru?

AI tools terbaik untuk guru tergantung kebutuhan. ChatGPT cocok untuk materi, soal, rubrik, ide aktivitas, dan feedback. Gemini for Education cocok untuk guru pengguna Google Workspace. Microsoft Copilot cocok untuk guru pengguna Microsoft 365. Canva Education cocok untuk presentasi dan worksheet. Khanmigo, MagicSchool, Brisk Teaching, Quizizz AI, Diffit, dan Curipod cocok untuk kebutuhan pendidikan yang lebih spesifik.

Apakah AI bisa membuat rencana pembelajaran?

Ya. AI bisa membantu membuat draft rencana pembelajaran, tujuan, kegiatan pembuka, kegiatan inti, asesmen, rubrik, dan refleksi. Namun, guru tetap harus menyesuaikan dengan kurikulum, kondisi kelas, durasi, dan kemampuan siswa.

Apakah AI bisa membuat soal?

Ya. AI bisa membantu membuat soal pilihan ganda, uraian, isian, kuis, exit ticket, dan rubrik. Tetapi kunci jawaban dan pembahasan harus dicek guru.

Apakah AI aman digunakan guru?

AI bisa aman jika digunakan dengan benar. Jangan memasukkan data siswa sensitif, cek output AI, gunakan tools yang sesuai kebijakan sekolah, dan jangan menjadikan AI sebagai penilai final tanpa review guru.

Tools apa yang cocok untuk membuat presentasi kelas?

Canva Education, Google Slides, Microsoft PowerPoint dengan Copilot, ChatGPT, Gamma, dan Curipod cocok untuk membuat presentasi kelas. Canva cocok untuk desain visual, sedangkan ChatGPT atau Gemini cocok untuk outline dan isi.

Tools apa yang cocok untuk kuis?

Quizizz AI, Google Forms, Microsoft Forms, Khanmigo, ChatGPT, dan Curipod cocok untuk membuat kuis. Pilih berdasarkan apakah Anda ingin kuis sederhana, interaktif, atau gamified.

Apakah AI akan menggantikan guru?

Tidak. AI bisa membantu guru menghemat waktu, tetapi tidak menggantikan peran guru dalam membimbing, memahami siswa, membangun relasi, mengelola kelas, dan membuat keputusan pedagogis.


Kesimpulan

AI tools untuk guru dapat membantu banyak pekerjaan pembelajaran.

Guru bisa menggunakan AI untuk membuat materi ajar, rencana pembelajaran, soal, kuis, rubrik, presentasi, lembar kerja, aktivitas, diferensiasi materi, feedback siswa, email orang tua, dan administrasi.

Namun, tools terbaik tergantung kebutuhan.

Jika ingin mulai sederhana, gunakan ChatGPT, Canva Education, dan Google Forms.

Jika sekolah memakai Google, gunakan Gemini for Education dan Google Classroom.

Jika sekolah memakai Microsoft, gunakan Microsoft Copilot dan Teams.

Jika ingin tools khusus guru, coba Khanmigo, MagicSchool, Brisk Teaching, Quizizz AI, Diffit, atau Curipod.

Jika sering membaca dokumen panjang, gunakan NotebookLM.

Yang paling penting, gunakan AI sebagai asisten.

Bukan pengganti guru.

Guru tetap perlu mengecek materi, menyesuaikan konteks, menjaga data siswa, dan memastikan pembelajaran tetap bermakna.

AI dapat membantu guru bekerja lebih cepat.

Tetapi kualitas pembelajaran tetap bergantung pada guru yang memahami siswa, merancang pengalaman belajar, dan memimpin proses belajar di kelas.


Guru yang ingin membuat slide pembelajaran dapat membaca Cara Menggunakan AI untuk Membuat Presentasi untuk menyusun tujuan, outline, visual, speaker notes, aktivitas, dan Q&A kelas.

Guru yang mengelola nilai, absensi, rubrik, atau rekap tugas dapat membaca Cara Menggunakan AI untuk Excel untuk membuat rumus, menganalisis data kelas, dan menyusun laporan pembelajaran.

Artikel Terkait

Pelajari juga panduan berikut:


Jelajahi Panduan AI Lainnya

Temukan panduan AI sesuai kebutuhan Anda:


Mulai dari Satu Pekerjaan Guru

Jangan langsung memakai semua tools.

Mulai dari satu pekerjaan yang paling sering memakan waktu.

Misalnya:

  • membuat soal,
  • membuat slide,
  • membuat rubrik,
  • membuat lembar kerja,
  • membuat feedback,
  • membuat email orang tua,
  • membuat aktivitas pembuka,
  • membuat rangkuman materi.

Pilih satu tools.

Coba untuk satu materi.

Review hasilnya.

Edit sesuai konteks kelas.

Gunakan di kelas.

Evaluasi.

Lalu ulangi.

Dengan cara ini, AI tidak menjadi beban baru.

AI menjadi asisten yang membantu guru menghemat waktu, meningkatkan variasi pembelajaran, dan memberi lebih banyak ruang untuk hal yang paling penting: mendampingi siswa belajar.

← Kembali ke AI Tools

Pelajari Lebih Lanjut

Jelajahi seluruh artikel dalam kategori AI Tools.

Lihat Semua Artikel AI Tools